Koleksi Artikel Pilihan

Koleksi artikel pilihan

Rabu, 19 Maret 2014

Seri Wisata Nabire 4 : Buah Banci dan Akomodasi


Buah Banci

Kami memang tidak mempunyai waktu cukup untuk jalan-jalan di Papua. Karena itu, ketika transit selama empat jam di Bandara Sentani, kami manfaatkan untuk mencari oleh-oleh. Tujuan kami hanya satu. mencari Matoa, buah banci khas Papua.

Matoa merupakan buah dengan citarasa yang istinewa. Rasanya gabungan dari tiga buah sekali-gus,yaitu kelengkeng, leci, dan durian. Tidak ada panduan khusus untuk melumat matoa. Tapi, cobalah mengujah matoa dalam gerakan lambat, maka perpindahan rasa ketiga buah tersebut sangat terasa.

Jangan ragu-ragu melakukan penawaran harga ketika membeli matoa. Penjual biasanya akan menawarkan buah ini dengan harga yang cukup tinggi. Kami membeli matoa yang baru dipetik dari pohon dengan harga Rp 80 ribu per kilogram. Pembeli akan mendapat potongan harga jika membeli dalam jumlah banyak.

Naik Apa dan Habis Berapa ?

Ada enam maskapai yang melayani penerbangan ke Papua. Penerbangan tersebut. antara lain. Sriwijaya Air, Express Air, Merpati, Lion Air dan Garuda Airlines. Untuk menuju Papua, bisa menggunakan satu kali pesawat ataupun transit terlebih dahulu. 

Pada keberangkatan menggunakan Lion Air dari Jakarta kami transit dulu di Bandara Pattimura, Ambon. Selanjutnya. perjalanan ke Nabire dilanjutkan dengan menggunkan pesawat kecil, Wings Air.

Sebaliknya.dari Nabire kami mengunakan pesawat kecil menuju Bandara Sentani, Papua. Kemudian, kami melakukan transit di Bandara Hasanuddin, Makassar. Dari Makassar. barulah kami pulang ke Jakarta.

Akomodasi

Hotel Karya Papua, di Nabire harga mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 450 ribu per malam.Satu kamar diisi dua orang. Jika lebih dari dua orang, tiap orang dikenakan tambahan biaya  Rp 100 ribu per orang untuk tempat tidur ekstra.
Ketika kami menginap, terjadi mati lampu beberapa kali. Menurut penjaga hotel. mungkin karena pemakaian listrik yang berlebihan, seperti pengisian baterai komputer jinjing, telepon genggam dan sebagainya. Tapi,lampu menyala lagi lima menit setelah mati. 


Oleh : Meiliani Fauziah
Republika, 21 Januari 2014

Postingan ini  terdiri dari 4 seri dari tulisan berjudul  "Berjumpa 'Hantu' di Nabire'"
 Si Mulut Lebar

 Berjumpa Hantu Nabire

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No spam, please...