Koleksi Artikel Pilihan

Koleksi artikel pilihan

Senin, 05 Mei 2014

Qutub Minar - Jejak Islam di India

Kompleks Qutub Minar NEGERI Hindustani , sebutan lain India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Di setiap sudut kota bisa dijumpai kuil, mulai yang berukuran besar nan megah hingga mungil berada di dekat pohon. Kuil dipenuhi bunga aneka warna dan asap dupa beraroma khas.
Oleh :  Attini Zulfayah

Diantara banyaknya kuil, di suatu daerah terdapat kompleks masjid. Tidak banyak orang tau, bahwa selama ratusan tahun India pernah dikuasai Sultan atau Raja Islam dari berbagai dinasti hingga era kekaisaran Mughal. Masuknya Dinasti Islam dimulai dengan kemenangan Sultan Qutab-Ud-Din Aibak atas raja Hindu di Delhi, Ibukota India pada abad ke - 11.

Sebagai tanda kemenangan, Sultan Qutab-Ud-Din Aibak menginstruksikan mendirikan sebuah menara di selatan Delhi, India. Qutub Minar (minar bahasa urdu) yang berarti menara, memiliki ketinggian 73 meter dari atas permukaan tanah. Berbentuk bulat dengan diameter dasar 14 meter, semakin ke atas diameter menara semakin mengecil. 

Di dalam Qutub minar terdapat 379 anak tangga untuk mencapai puncaknya. Dilengkapi empat buah balkoni dengan ketinggian yang berbeda - beda. Balkoni didesign stalaktit cantik, dipergunakan sebagai menara pengawas keamanan dan juga tempat Adzan berkumandang. Fasilitas menuju puncak menara ditutup sejak tahun 1981 untuk umum. Hal ini akibat terjadinya pemadaman lampu di dalam menara secara mendadak akibat korsetling listrik. Pengunjung panik, berlarian dan berdesakan menuruni tangga, hingga menyebabkan puluhan pengunjung tewas. Sejak kejadiaan naas itulah pemerintah India menutup fasilitas tersebut.

Berdiri lebih tinggi diantara beberapa bangunan lain di sekitarnya, menara sering tersambar petir. Bahkan, pernah terjadi beberapa kali gempa bumi berskala besar di Delhi ikut menggoyang menara tersebut. Kejadian alam tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa bagian, tapi menara masih tetap berdiri tegap dan kokoh hingga saat ini.

Keistimewaan Qutub Minar lainnya adalah pada bentuk arsitekturnya. Menara terbuat dari tatanan batu bata merah yang tersusun rapi, teliti, tanpa besi, rapat, tepat dan nyaris sempurna tanpa cacat. Meskipun tanpa besi beton, menara berdiri kokoh di atas pondasi batu yang kuat. Pada zaman dahulu, para Khilji dan raja-raja Tughlaq mengggunakan Minar ini untuk menonton kegiatan musuh penyerbu ke Delhi, khususnya Mongol. Sejumlah gempa bumi yang juga merusak Qutub Minar sampai batas tertentu. Namun, dapat di renovasi dikembalikan lagi setiap kali gempa oleh para penguasa memerintah Delhi, termasuk Firoz Shah dan Sikandar Lodhi. Saat ini, struktur bangunan terjaga dengan baik dan dipelihara oleh otoritas Tembok menara di design dengan lengkung dan segitiga silih berganti hingga berbentuk bulat. Dipercantik dengan ukiran batu menghiasi setiap dinding. Ukiran berbentuk bunga, bintang, geometry dan kaligrafi ayat ayat Al-Quran mengikuti lekuk setiap batu.

Dinginnya udara pada musim dingin tidak menghentikan langkah saya untuk menelusuri setiap sudut kompleks Qutub Minar. Banyak peninggalan sejarah lainnya yang dibangun beberapa generasi penerus kesuksesan Sultan Qutab-Ud-Din Aibak ada dalam kompleks. Qutub Minar dikeliling pagar batu yang masih kokoh berdiri meski sudah berumur ratusan tahun.

Masjid
Ada menara tentunya ada juga masjid, di dekatnya terdapat Masjid Quwwat-Ul-Islam, menurut informasi merupakan masjid pertama dibangun di India. Masjid terbuka dengan ratusan pilar setinggi 7 meter, berjajar rapi dan sebagian dinding dihiasi ukiran batu bertuliskan ayat Al-Quran dan dua kalimat syahadat.

Pilar memiliki design dan ukiran batu khas agama hindu. Ternyata, tempat ini dahulunya kuil, ketika Islam masuk wilayah tersebut dijadikan masjid. Masjid Quwat-ul-Islam Masjid, dibangun tahun 1198, terletak di timur laut Qutub Minar. Masjid itu dibangun oleh Qutub-ud-Din Aibak dan merupakan masjid tertua yang ada di Delhi. Sisa-sisa Hindu kuno dan kuil Jain dapat dilihat di sini, dan beberapa prasasti menunjukkan bahwa candi ini dihancurkan oleh Aibak. Penambahan masjid ini dilakukan selama periode Iltumish Syams-ud-din pada awal abad ke-13, dan kemudian di lanjutkan oleh Khilji Ala-ud-din. Struktur yang menarik adalah ada sebuah pilar besi di halaman dengan prasasti dalam naskah Brahmi. Prasasti ini berasal dari abad ke-4 dan mengatakan bahwa pilar itu didirikan sebagai simbol bagi Dewa Wisnu.

Pintu masuk atau disebut dengan Ala’i Darwaza berada di sebelah selatan masjid. Darwaza yang berarti gerbang, berbentuk mirip dengan masjid kecil dilengkapi dengan kubah diatasnya. Dindingnya terbuat dari batu bata merah dan marble putih yang diukir dengan kalimat Syahadat, Lafazd Al-Quran, bunga, geometri dan design unik lainnya.

Berjalan mengelilingi masjid, melewati ratusan pilar dan memperhatikan beberapa dinding bangunan yang mengalami kerusakan. Ada bangunan mirip mushalla tanpa kubah di atasnya merupakan sebuah makam. Batu nisan dibangun dari marble putih adalah makam Sultan Shamsu’d-Din Iltutmish, generasi penerus kesultanan Islam Quth-ud-Din Aibak. Bangunan makam memiliki mighrab berwarna putih yang cantik nan unik diperindah dengan tulisan ayat Al-Quran.

Ala’i Minar
Di ujung kompleks terdapat menara Alaíi Minar yang belum selesai. Dibangun oleh sultan Alau’ ud-Din Khalji pada abad ke 12, namun ketika mulai dibangun, sultan meninggal dunia, hanya pondasi dasar saja yang tersisa hingga kini. Ukuran Alaíi Minar lebih besar dua kali lipat dari ukuran Qutub minar. Andai saja menara selesai dibangun pasti menambah keindahan kompleks yang masuk dalam World herittage site UNESCO. 

Beberapa bangunan bersejarah lain di kompleks ini adalah Imam Zamim’s Tomb, Alauddin Khiljiís Tomb, Madarasah, Masjid Mughal, Mughal sarai dan Mughal Garden. Masjid Mughal dibangun era kekaisaran Mughal dan masih digunakan untuk tempat sholat hingga saat ini. Arsitektur Masjid berciri khas bangunan Mughal.

Qutub Minar bukan hanya sebuah menara batu biasa, melainkan lambang kejayaan dan pondasi awal dimulainya Dinasti Islam di subkontinent India. Keanekaragaman budaya dan peralihan peradaban membuat negara India kaya akan peninggalan sejarah yang membentang dari utara hingga selatan.

Catatan Penting  


  • Dalam kompleks terdapat banyak restoran yang menyajikan makanan halal, karena mayoritas penduduk India yang beragama hindu memakan menu vegetarian jadi halal untuk dimakan.
  • Gunakan masker selama melakukan traveling, kontur tanah yang sedikit berpasir membuat kota Delhi sedikit berdebu.
  • Demi kenyamanan kenakanlah pakaian yang sopan dan tertutup.
  • Demi keamanan hindarilah perjalanan di malam hari.
  • Ada berbagai macam transportasi di kota Delhi mulai dari bus, kereta bawah tanah, taksi, autorikshaw atau bajaj, Rikshaw atau becak dan E-rikshaw.
  • Biaya masuk Qutub Minar 250 rupees (Rp. 50.000).
  • VoA (Visa on Arrival) tersedia di 3 kota saja yakni Delhi, Mumbai dan Kolkatta.
  • Beberapa airline yang menyediakan penerbangan dari Jakarta menuju Delhi yaitu Malaysia airline dan Singapore airline
Sumber : 
Suara Merdeka, 27 April 2014

Image : 
- Gambar pertama, by http://survincity.com/
- Gambar lainnya, by Suara Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No spam, please...