Koleksi Artikel Pilihan

Koleksi artikel pilihan

Kamis, 17 Juli 2014

Warna sebagai Fokus Ruang


Oleh : Kartika Happy Indira | penata ruang
Menata ruang, tidak hanya bagaimana meletakkan isi ruang sepertu furniture dan pernik-perniknya. Namun memerlukan suatu fokus yang akan menjadi 'eye catching' atau titik pandangan. Ada baiknya kita mencoba warna sebagai fukus ruang. Pilih satu warna yang layak sebagai 'titik pandang' dan dapat diikuti oleh warna lain untuk harmonisasi.

Makin banyaknya apartemen dan rumah minimalis, menjadi tantangan kita untuk menata ruang secara efisien. Salah satunya, mencoba memberi kesan lapang pada ruang sempit dengan memilih warna dasar putih. Agar tidak terkesan monoton, pilihlah warna lain sebagai foukus ruangan. Dalam tulisan ini, diimplementasikan warna merah dasar sebagai fokus ruangan. Warna merah banyak mengandung manfaat psikologis. Konon sebagai lambang suasana heroik, dinamis, bersemangan dan berjiwa muda.

Mengkombinasikan warna merah dengan warna putih (warna dasar) merupakan tindakan 'sederhana' dan dapat meminimalisasi 'kesalahan' penataan ruang akibat tone warna yang kurang pas. Sebab kesalahan tone warna, dapat menyebabkan ruangan tidak berkarakter atau kehilangan kesan yang diinginkan. Misalnya, kesan hommy, cozy atau lainnya.

Dalam buku 'What the Colour Is" karya Jordan Smith, memilih warna merah akan lebih berusia panjang. Ketika musim dingin / hujan, warna ini memiliki energi menghangatkan ruangan. Ketika musim panas, warna merah akan menyemarakkan suasana. "Sehingga warna ini sangat flexible. Jangan ragu memilih merah, kita akan terbawa energi muda dan perkasa," paparnya.

Selaraskan warna merah dengan warna pastel, atau merah dengan tone lebih kuat seperti maron. Kemudian kontraskan dengan warna hitam secara minimalis. Warna-warna itu semua akan menjadi 'isi' dari sebidang ruang  berwarna dasar putih.

Fokus warna, dapat menjadi elemen ruangan yang sempit. Warna juga dapat diwujudkan ke dalam vas bunga, bunga, lukisan di dinding atau pernik-pernik lain. Dapat pula di karpet, bantal kursi atau taplak meja.

Pilihlah warna yang akan dijadikan fokus pandangan ruangan. pada prinsipnya bebas. Kita dapat memilih warna sesuai dengan selera. Karena warna merupakan cerminan kepribadian kita. Tulisan ini memilih warna merah hanya sebagai contoh. Meski, merah secara universal memiliki 'pesan' dinamis, berani dan ceria.

Kedaulatan Rakyat, 25 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No spam, please...