Koleksi Artikel Pilihan

Koleksi artikel pilihan

Senin, 10 Maret 2014

Review Bolt 4G LTE


Paket Modem WIFI 4G LTE Bolt. (PCplus/Brama)
PCplus - Impian mendapatkan internet mobile super cepat kian dekat. Kini telah hadir Bolt, layanan internet super cepat berbasis teknologi LTE. Layanan Bolt sendiri milik Internux, namun dalam pengoperasiannya, Internux bekerjasama dengan First Media yang kita kenal dengan layanan memiliki infrastruktur yang telah teruji. Internux sendiri mendapatkan ijin pengoperasian LTE hanya di kawasan Jakarta dan Banten, yang menjelaskan mengapa layanan Bolt baru tersedia di area tersebut.
Bagi yang belum tahu, LTE atau Long Term Evolution adalah standar komunikasi nirkabel yang berbasis GSM. Teknologi LTE sering disebut 4G karena menawarkan kecepatan setingkat di atas HSDPA yang . Spesifikasi LTE menyebut teknologi ini bisa mencapai kecepatan download maksimal 300 Mbps dan upload 75 Mbps, meski layanan Bolt “hanya” menjanjikan kecepatan download sampai 72Mbps.
Sebenarnya, pihak Internux sudah membagikan modem Bolt sejak beberapa waktu lalu. Namun saat itu proses aktivasi belum bisa dilakukan, yang berujung pada kebetean banyak orang terhadap layanan ini. Namun di pertengahan Desember 2013, aktivasi sudah bisa dilakukan.
PCplus telah mendapatkan modem Bolt yang sudah diaktivasi di pertengahan Desember 2013 kemarin. Kami pun telah melakukan serangkaian pengujian yang hasilnya kami tuangkan dalam artikel berikut ini.
Kelengkapan
Kartu Bolt 4G LTE dalam format mini SIM. (PCplus/Brama Setyadi)
Kartu Bolt 4G LTE dalam format mini SIM. (PCplus/Brama)
Dalam kemasan Bolt, terdapat modem ZTE MF90, SIM Card, kabel USB, buku manual, serta kartu garansi. Yang pertama kamu harus lakukan adalah memasang SIM card ke slot yang berada di balik tutup cover belakang modem. SIM card itu sendiri hadir dalam format mini-SIM card. Setelah itu, kamu tinggal menyalakan modem.
Ada tiga lampu indikator yang berada display modem tersebut. Indikator di sisi kiri (warna hijau dan merah) menunjukkan kapasitas baterai, indikator tengah menunjukkan kondisi WiFi, sementara indikator kanan menunjukkan ketersediaan jaringan. Bicara soal indikator kondisi jaringan, informasi yang ditnujukkan hanya ketika modem terhubung ke jaringan (berwarna biru) atau tidak (berwarna merah). Tidak ada indikator yang menunjukkan kekuatan sinyal di sebuah titik, sehingga tidak mudah mengetahui kekuatan sinyal di sebuah daerah.
Namun kamu bisa mengetahui kekuatan sinyal jika masuk ke alamat web modem Bolt tersebut. Tidak cuma kekuatan sinyal, namun kamu juga bisa mengecek status penggunan, dan sisa kuota.
Sebelum bisa terhubung ke jaringan Bolt, kamu harus melakukan aktivasi terlebih dahulu di halaman ini. Cukup dengan memasukkan nomor Bolt dan PUK, proses aktivasi sudah terjadi. Unit uji yang kami dapatkan sendiri sudah teraktivasi saat datang, sehingga kami tidak memiliki pengalaman berapa lama waktu yang diperlukan dari proses aktivasi sampai layanan siap digunakan. Namun menurut pihak Bolt, aktivasi akan terjadi sesaat setelah kamu melakukan proses aktivasi.
Penggunaan Bolt sendiri kurang lebih sama seperti kamu menggunakan mobile WiFi (MiFi) pada umumnya. Kamu hanya perlu terhubung ke MiFi Bolt menggunakan koneksi WiFi atau kabel. Jika ingin terhubung via WiFi, kamu hanya perlu memasukkan SSID (nama WiFi) dan password yang telah ditulis di balik cover belakang Bolt. Sedangkan jika menggunakan kabel, kamu perlu menjalankan software yang sudah tertanam di modem.

Sumber : http://www.pcplus.co.id/2014/01/review-produk/review-bolt-4g-lte/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No spam, please...