Koleksi Artikel Pilihan

Koleksi artikel pilihan

Selasa, 07 Januari 2014

Unfollow, tombol baru Facebook

Pada Senin (2/12/2013) lalu Facebook mulai mengenalkan tombol unfollow, melengkapi fitur lainnya yang sudah ada lebih dulu, seperti tombol following, friends, dan like. Tombol unfollow tampil lebih ringkas dan mudah untuk menggantikan tombol hide all. Dengan tombol baru itu, pengguna Facebook bisa memblokir semua pesan dan postingan dari teman yang dipilih.

Sejauh ini nggak jarang para facebooker merasa terganggu dengan posting status terbaru teman yang dianggap nggak penting atau selalu berisi hal negatif. Maka itu, tombol unfollow ini bisa dimanfaatkan untuk memblokir konten dari orang-orang tertentu tanpa menyinggung mereka. Kenapa? Pengguna yang memakai fitur ini nggak bakal diketahui teman-teman dalam daftar Facebook mereka lantaran sifatnya tersembunyi. 

Statusmu masih bakal tetap berteman dengan orang yang dipilih untuk di-unfollow tapi status terbaru mereka nggak bakal muncul dalam news feed. Nah, tujuan dari perubahan ini adalah untuk membantu orang-orang tetap bisa melihat konten yang lebih mereka pedulikan dan sukai.

Yep, jejaring sosial terbesar di dunia ini sering memperbaiki fitur news feed-nya untuk mengurangi ketidakteraturan, terutama pada konten iklan. Mereka melakukannya dengan menampilkan postingan yang lebih relevan bagi pengguna tertentu. Nggak cuman bebenah dalam news feed, Facebook pun berencana menambahkan tombol sympathize pada postingan status yang keluar. Jika sebelumnya tombol like tersedia untuk memudahkan pengguna mengekspresikan rasa ''suka, bahagia, atau sependapat'' dengan status yang diposting, kini Facebook mencoba bereksperimen dengan tombol sympathize.

Bayangkan saja, bakal jadi aneh dan nggak etis kalau kamu mengklik tombol "like" pada postingan yang membahas hal-hal kurang membahagiakan dari seseorang, kayak putus cinta, kehilangan hewan piaraan atau apa pun. Karena itu, nantinya tombol sympathize bakal muncul dengan sendirinya saat mendeteksi postingan status bernuansa sedih atau suram. (Ike Purwaningsih)

Suara Merdeka 15 Des 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No spam, please...