Koleksi Artikel Pilihan

Koleksi artikel pilihan

Jumat, 05 Februari 2016

Berwisata ke Raja Ampat Bag. II

SORGANYA PARA PENYELAM

RAJA Ampat memang sudah begitu indah adanya. Tidak hanya pemandangan alamnya yang memanjakan mata, tetapi dasar lautnya pun menyimpan sejuta pesona bagi para penyelam dan membuat penasaran yang belum pernah melihatnya.

Oleh Anggun Puspita

Karena itu layak jika masyarakat menyebut bahwa dunia bawah laut Raja Ampat merupakan sorga bagi para penyelam. Letak Raja Ampat, Papua Barat, berada di pertemuan Laut Pasifik dan Hindia. Hal itu membuat surga tersembunyi ini sebagai tempat yang paling banyak memiliki biodiversitas tertinggi di dunia. Bahkan, Raja Ampat merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk menyelam di seluruh dunia. Sehingga tidak heran jika salah satu kepulauan milik Indonesia ini juga diakui sebagai nomor wahid untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.
Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, wilayah pulau-pulau di Raja Ampat yang begitu luas hingga mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut itu merupakan rumah bagi 75% spesies laut di dunia. Sebut saja 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, 700 jenis moluska, lima spesies penyu laut langka, 57 spesies udang mantis, 13 spesies mamalia laut, dan 27 spesies ikan dapat ditemui di perairan wilayah ini. Otomatis dengan kekayaan biota tersebut sangat pantas jika Raja Ampat dinobatkan sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia.
Kondisi alam Raja Ampat sangat unik dan berbeda karena memiliki struktur tanah endemik, keanekaragaman biota laut, ekologi pantai, serta kebudayaan. Keindahan ini sempurna bersama tradisi penduduk dan kearifan lokalnya.


Seperti penuturan pemandu wisata dari Mega Raja Ampat Tour and Travel, Handerson Chandra (37) yang mendampingi rombongan Appreciation Trip Garuda Indonesia Cabang Semarang. Menurut lelaki kelahiran Biak itu, penyelam yang belum pergi ke Raja Ampat maka sama saja dia belum ”naik haji”. Sebab, laut di kepulauan tersebut memang memiliki keindahan yang belum tertandingi oleh tempat manapun di Indonesia.
”Istilahnya jika dianalogikan dalam jenjang pendidikan, Raja Ampat itu jenjang perguruan tinggi bagi para penyelam. Sedangkan, jenjang SMAdi Wakatobi dan Derawan, lalu SMPdi Bunaken. Kemudian, jenjang SD di Bali dan TK di Pulau Seribu,” tuturnya yang juga pemilik jasa perjalanan di Raja Ampat tersebut.

Handerson mengungkapkan, saat menyelam di kedalaman 15 meter kita sudah bisa langsung melihat karang-karang yang cantik. Lalu, lebih dari 15 meter kita akan menjumpai berbagai jenis ikan dan biota laut yang tidak hanya unik tetapi juga langka. Kendati demikian, tidak semua tempat di Raja Ampat bisa untuk menyelam atau berenang.
Lokasi yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas tersebut antara lain, di sekitar Waisai dan Pulau Arborek, yang masing-masing titik selamnya punya keunikan tersendiri. Pulau Arborek misalnya, penyelam akan dapat melihat terumbu karang begitu jelas di kedalaman 3-4 meter di bawah permukaan air laut di dekat pesisir pantai.
Kemudian ada beberapa point atau spot yang pas untuk melakukan aktivitas tersebut. Seperti di Manta Point, Bluemagic Point, Five Rocks Point, Cape Kri Point, Chicken Reef Point, Sardines Reef, Mioskun Point, Gurara Point, Handerson Point, dan masih banyak lagi. Setiap spot tersebut memiliki ciri khas tetapi sama-sama memiliki keistimewaan yakni, dihuni oleh ikan-ikan besar dan karang yang bagus. 

Lisensi

Satu hal yang penting, untuk melakukan aktivitas menyelam seseorang harus memiliki lisensi atau sertifikat. Akan tetapi, bagi yang belum mengantongi syarat tersebut jangan berkecil hati. Untuk mendapatkan foto di bawah air yang keren bisa dengan snorkeling. Ada spot-spot di perairan yang tidak begitu dalam, namun wisatawan sudah bisa melihat karang yang indah dan ikan yang cantik.
Lebih lanjut menurut Handerson yang juga diver guide itu, pesona bawah laut dari Raja Ampat mampu menarik para penyelam dan wisatawan dari seluruh dunia. Hingga sekarang, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat sudah mencapai 55.000. Wisatawan asing mendominasi dari total kunjungan wisatawan ke pulau ini.
"Jika dipersentase 60% wisatawan dari Eropa, 30% dari Jepang dan Tiongkok, dan 10% adalah wisatawan domestik. Pangeran Albert dari Monaco pun sudah pernah singgah ke Raja Ampat selama dua minggu untuk berwisata dan menyelam,"í tuturnya. Maka dari itu, keindahan dunia bawah laut Raja Ampat tidak perlu diragukan lagi. Sebab lokasi tersebut merupakan sebuah aset besar bagi sukses pelestarian terumbu karang dan populasi ikan laut dunia. Kepulauan Raja Ampat memiliki peran penting bagi kelestarian alam dunia, oleh karena itu banyak sekali lembaga konservasi dunia yang mengarahkan fokus mereka pada tempat ini.

Diketahui, Pemerintah Indonesia pun sudah mengeluarkan banyak pelarangan salah satunya, pelarangan menangkap ikan-ikan langka di perairan Raja Ampat. Selain itu, berbagai upaya konservasi terumbu karang pun sudah dilakukan di beberapa tempat seperti Pulau Misool atau Waigeo. Semua ini merupakan upaya demi terciptanya kelestarian alam dunia yang dimulai dari surga bawah laut Raja Ampat.

Sewa Perahu

Menurut Handerson pengunjung yang memiliki hobi penyelam akan bergabung dengan tur wisata dan tinggal di resor penyelam selama mengunjungi Pulau itu. Untuk mengakses tempat-tempat penyelaman, bisa menghubungi agen perjalanan wisata yang dapat ditemukan di Sorong. Dari Sorong, ada dua jenis perahu yaitu speed boat dan perahu panjang. Menggunakan speed boat dapat mengangkut 15 penumpang dengan waktu tempuh 1 jam 40 menit, harga sewa sekitar 2 juta rupiah.
Sementara dengan perahu panjang mengangkut 10 penumpang dengan waktu tempuh 2-3 jam, sewa sekita Rp1,2 juta. Anda dapat menyewa perahu kecil jika ingin menjelajahi kepulauan ini lebih bebas. Pulau-pulau di Raja Ampat memiliki 4 pulau utama yang bergunung-gunung dan ratusan pulau kecil di sekitarnya yang dapat dijelajahi.
Selain itu, wilayah ini juga memiliki banyak karang yang merupakan fenomena alam yang indah. Terdapat beragam fauna unik seperti cendrawasih botak, cendrawasih merah, maleo waigeo, kus-kus.

Suara Merdeka, 28 Juni 2015
Wisata ke Raja Ampat Bagian I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No spam, please...