Koleksi Artikel Pilihan

Koleksi artikel pilihan

Senin, 09 Mei 2016

Tips Memilih dan Memasang Wallpaper


 Oleh : Septana Bagus Pribadi, ST, MT
Wallpaper banyak dipilih sebagai bahan penutup dinding karena lebih ekspresif. Wallpaper  mempunyai warna, corak, dan motif yang sangat beragam dibandingkan dengan cat tembok biasa yang hanya mempunyai warna yang beragam, tetapi tidak mempunyai corak dan motif. Memang dimungkinkan untuk membuat corak dan motif dengan mempergunakan cat, tapi memerlukan teknik
yang sangat sulit. Berbeda dengan bahan ini, tinggal pilih, lalu tempel, dan Anda sudah akan memperoleh bidang dinding yang sangat ekspresif.


Jenis dan Bentuk Wallpaper
Wallpaper dengan motif-motif konvensional, biasanya terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah motif untuk bidang yang berada di bagian bawah border, bagian kedua adalah motif untuk bidang yang berada di bagian atas border, bagian ketiga adalah border itu sendiri. Untuk wallpaper bidang berupa roll dengan lebar 0,53m x panjang 10m (rol kecil) dan lebar 0,93m x panjang 17m (rol besar). Sedangkan dengan motif-motif yang lebih modern, biasanya diaplikasikan dengan tanpa border, tetapi memiliki motif yang sama untuk seluruh bidang dinding.
Secara umum, bahan wallpaper ada 2.
Yang pertama yang sudah agak jarang ditemukan adalah yang berbahan basar vinyl (sejenis plastik). Yang kedua, yang saat ini dominan dipergunakan, adalah yang berbahan dasar kertas. Bahan dasar kertas ini terdiri dari banyak jenis dan kualitas dengan berbagai kisaran harga antara Rp.150 rb s/d Rp 1,6 jt per rol. Biaya pemasangan Rp 25 ribu untuk rol kecil dan Rp.75 ribu untuk rol besar. Pemasangan biasanya minimal 3 rol.
Wallpaper sebaiknya hanya diaplikasikan pada interior bangunan. Pemakaian pada eksterior harus dihindari, karena selain bahan dasar yang terbuat dari kertas yang sangat rentan terhadap air dan kelembaban, pada aplikasi terhadap komponen perekat / lem yang rentan terhadap cuaca juga.

Pemilihan dan Pemasangan.
Sebelum memasang pada rumah Anda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1. Kondisi dinding.
Seperti halnya dengan aplikasi cat tembok, aplikasi wallpaper mutlak harus memperhatikan kondisi dinding tempat menempel. Karena sebagus mungkin kualitas yang kita pilih, tidak akan bisa menempel sempurna, apabila kondisi bidang dinding tempat ditempelnya kurang baik. Untuk dinding baru, harus diperhatikan betul kualitas semen yang dipergunakan untuk plesteran dan acian. Kualitas semen yang buruk akan mengakibatkan wallpaper tidak bisa menempel dengan sempurna. Untuk dinding baru, sebaiknya pemasangan menunggu beberapa hari sejak acian selesai, untuk memastikan dinding sudah benar-benar kering. Untuk dinding lama, kita harus lebih hati-hati lagi. Pastikan bahwa permukaan dinding dalam kondisi baik, tidak ada retak, bubuk, lubang, kasar, tidak rata, ataupun cacat-cacat lainnya. Bila terdapat cacat-cacat tersebut, maka harus diperbaiki dulu dengan semen kualitas baik.

2. Pilih warna dan motif.
Untuk pemilihan bisa sendiri, atau berkonsultasi dengan arsitek atau desainer interior. Yang jelas, sesuaikan pilihan motif dan warna dengan gaya rumah Anda. Untuk rumah bergaya klasik, anda bisa pilih dengan motif Victorian atau Naturalis, misal yang bermotif bunga-bunga. Untuk rumah bergaya min
imalis, biasanya dipilih dengan warna gelap dan motif garis-garis atau geometris. Sedangkan untuk rumah dengan gaya oriental, akan lebih cocok untuk aplikasi dengan warna merah, silver, atau gold. Motif pun sebaiknya menyesuaikan dengan ukuran ruang. Untuk ruang sempit, pilihlah motif horizontal, supaya ruang terlihat lebih luas. Untuk ruang dengan langit-langit yang rendah, Anda bisa memilih dengan pola vertikal, supaya ruang terlihat lebih tinggi. Untuk ruangan yang kecil, pilihlah yang polos, atau motif yang kecil-kecil dan simpel. Pada ruang yang lebar, barulah Anda pergunakan dengan motif yang besar-besar. Fungsi ruangan juga harus diperhatikan dalam pemilihan warna. Untuk ruang tidur, sebaiknya hindari warna-warna yang tajam, seperti merah, kuning, ungu, biru dll, dan gunakan warna yang lebih lembut dan tenang. Warna-warna yang lebih ceria bisa diaplikasikan dalam ruang keluarga. Sementara pada pantry dan ruang makan bisa dipergunakan warna-warna yang menggugah selera makan, misalnya hijau dan merah.

3. Ukuran Ruang.
Kita harus mengetahui ukuran ruang untuk menentukan berapa rol wallpaper yang kita butuhkan dan besarnya biaya yang akan diperlukan. Untuk lebih menghemat dana, bisa saja wallpaper tidak perlu diaplikasikan pada seluruh bidang dinding, melainkan hanya pada satu atau dua bidang dinding saja yang menjadi aksen ruangan tersebut. Pada wallpaper dengan 2 macam motif dan border, bisa saja kita hanya mempergunakan motif yang berada di bagian bawah border dan border, atau bahkan bordernya saja. Sementara bagian yang lain tetap mempergunakan finishing cat biasa.

4. Teknik pemasangan.
Andapun bisa memasang sendiri di rumah Anda, Silahkan ikuti tahap-tahap berikut ini :

  • Peralatan. Siapkan peralatan yang diperlukan, seperti alas plastik, tangga, cutter, pensil, penggaris dan meteran, benang dengan pemberat, lem wallpaper, bak untuk adukan lem (2 buah), spons, kuas lem, roller, amplas, dan kape untuk meratakan dinding.
  • Persiapan Lem. Setelah bidang dinding atau permukaan siap, campur lem dengan air. Buatlah dalam dua bak terpisah, yaitu lem untuk bagian sambungan dan lem untuk keseluruhan. Lem bagian sambungan lebih kental, sehingga daya rekatnya lebih tinggi.
  • Pengukuran. Ukur panjang dan lebar bidang yang akan dilapisi wallpaper. Sesuaikan lebar bidang dengan lebar. Lebihkan kira-kira 1 sampai 1,5 sentimeter untuk bagian sambungan
  • Pemotongan. Potong panjang wallpaper menjadi bagian-bagian yang disesuaikan dengan kebutuhan. Lihat petunjuk pemasangan pada kertas keterangan di setiap kemasan yang menjelaskan cara menyerasikan motif antar panel atau potongan wallpaper.
  • Posisi. Tandai posisi dengan pensil. Gunakan alat bantu berupa benang dengan alat pemberat agar lurus dan rapi
  • Aplikasi Lem. Setelah ditandai, sapukan lem dengan roller pada permukaan bidang yang akan dilapisi. Lakukan tahap ini perlahan-lahan.
  • Menempel. Tempel wallpaper dengan hati-hati. Perhatikan marking yang telah Anda buat sebelumnya memakai pensil.
  • Sambungan. Pada bagian sambungan, gunakan lem yang lebih kental. Sapukan dengan kuas khusus pada bagian ini.
  • Meratakan. Ratakan yang telah terpasang dengan penggaris akrilik. Potong sisa wallpaper dengan cutter. Gunakan spons untuk menyerap kelebihan lem. Proses ini juga berfungsi untuk meratakan wallpaper.
  • Cek. Setelah terpasang, cek sekali lagi untuk memastikan kerapiannya, terutama pada bagian sambungan dan sudut. Lakukan hal ini sebelum lem mengering, karena setelah lem kering, akan sangat sulit untuk merubah posisi wallpaper.


Kelebihan Wallpaper
Biaya pemasangan wallpaper memang sekilas lebih mahal daripada teknik finishing dengan cat tembok biasa. Tetapi ternyata bila diaplikasikasikan dengan teknik yang benar, wallpaper bisa bertahan lebih lama daripada cat. Wallpaper kualitas biasa bisa bertahan hingga 8 th. Bandingkan dengan cat kualitas biasa yang biasanya harus diaplikasikan ulang setiap 2-3 th sekali. Sedangkan dengan kualitas baik bisa bertahan hingga 10-12 tahun.
Perawatan pun sangat mudah. Cukup sering-sering bersihkan debu yang menempel dengan kemoceng, atau bisa juga gunakan lap lembab. Bila ada noda yang membandel, bisa dibersihkan dengan campuran jeruk nipis dan air hangat. Selamat bereksperimen dengan wallpaper pada bidang dinding rumah Anda, pilihan motif dan warna yang tepat akan membuat gaya rumah Anda lebih hidup dan atraktif, seperti contoh-contoh berikut ini. 
(sumber gambar : butikwallpaper.com; almima.wordpress.com; bismacenter.com;  kamarndai.blogspot.com;  jim-architect.co.cc; design-interior.me)

Judul asli : Tampil Super denganWallpaper
■ Septana Bagus Pribadi, ST, MT
Staff Pengajar Jurusan Arsitektur, FTUndip
Suara Merdeka 8 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No spam, please...